post

Sirkuit Valencia, Spanyol menjadi seri penutup dalam pergelaran MotoGP musim 2016. Jorge Lorenzo berhasil keluar sebagai yang tercepat dengan berhasil mengungguli Marc Marquez di urutan kedua dan Andrea Iannone melengkapi podium ketiga. Ajang balap sepeda motor paling bergengsi di dunia ini pun resmi berakhir dan pembalap Honda, Marquez sukses mengunci gelar juara dunia untuk kelima kalinya. Tim Honda pun juga menempati urutan teratas dalam tabel klasemen akhir konstruktor MotoGP 2016.

Tim Repsol Honda

Tim Repsol Honda

Honda berhasil bertengger di puncak klasemen konstruktor dengan raihan 369 poin. Sukses mengungguli rival abadinya, Yamaha yang hanya memperoleh 353 poin saja, atau berjarak 16 poin dari sang pemuncak klasemen dan harus puas berada di urutan kedua. Sementara pabrikan asal Italia, Ducati hanya mampu meraup sebanyak 261 poin saja. Tentu raihan poin tersebut memiliki selisih yang sangat besar dari Honda dan Yamaha.

Sedangkan urutan keempat, ditempati oleh Suzuki yang hanya berjarak 52 poin dari posisi ketiga, atau tepatnya 208 poin. Namun setidaknya, suzuki berhasil membuat kejutan, berkat pembalap andalnnya, Maverick Vinales yang tampil mengesankan di beberapa seri. Posisi paling akhir, diklaim oleh Aprilia dengan perolehan poin sebanyak 101 poin. Berjarak cukup jauh dari urutan pertama maupun urutan terdekatnya.

Klasemen Akhir Tim MotoGP 2016

Sementara itu, jika berdasarkan perhitungan tim MotoGP. Tim Movistar Yamaha sukses keluar sebagai sang pemuncak klasemen akhir Tim MotoGP 2016. Tim dengan duet pembalap andalannya, yakni Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi, berhasil meraup sebanyak 482 poin. Berjarak 28 poin dari tim Repsol Honda yang hanya meraih 454 poin.

Tim Movistar Yamaha

Tim Movistar Yamaha

Sedangkan, tim Ducati yang pada musim depan akan diperkuat oleh X-Fuera (julukan Lorenzo) dan berpasangan dengan Andrea Dovizioso, menempati urutan ketiga dengan perolehan poin yang sangat jauh dari kedua rivalnya, yakni 296 poin. Team Suzuki Ecstar harus puas di urutan keempat dengan hanya berjarak satu poin saja dari pabrikan asal Italia tersebut.

Monster Yamaha Tech 3 melengkapi lima besar dengan mampu menorehkan sebanyak 199 poin. Di urutan keenam, Octo Pramac Yakhnich mengklaim posisi tersebut dengan 161 poin. Aprilia Racing Team Gresini (145 poin), LCR Honda (141 poin), Avintia Racing (139 poin) dan Pull & Bear Aspar Team (97 poin) memenuhi urutan sepuluh besar. Urutan paling buncit, ditempati oleh Estrella Galicia 0,0 Marc VDS yang meraih 87 poin saja.

Membedah Cara Penghitungan Nilai Konstruktor MotoGP

Cara penghitungan untuk nilai konstruktor pada pergelaran MotoGP tidaklah sama dengan bagaimana menilai penghitungan dalam kategori tim. Dimana Honda keluar sebagai sang pemuncak klasemen dalam kategori konstruktor, sedangkan Yamaha memucaki klasemen akhir dalam kategori tim MotoGP di tahun ini.

MotoGP

Para pembalap tengah bersiap-siap untuk memacu kuda besinya

Penghitungan dalam kategori tim diperoleh dari para pembalapnya. Dimana Movistar Yamaha mengandalakan Jorge Lorenzo yang berpasangan dengan pembalap veteran, yakni Valentino Rossi. Sementara Repsol Honda diperkuat oleh duet Marc Marquez yang keluar sebagai juara dunia MotoGP 2016 bersama Dani Pedrosa.

Sementara, cara penghitungan untuk mendapatkan urutan klasemen konstruktor di peroleh berdasarkan pembalap masing-masing setiap pabrikan yang berhasil meraih posisi terbaik di setia serinya, walaupun timnya berbeda-beda. Sebagai contoh, pada seri pamungkas yang berlangsung di Sirkuit Valencia, Spanyol, Lorenzo berhasil finis di urutan pertama, sementara Rossi hanya puas di urutan keempat. Sehingga, poin X-Fuera saja yang dihitung, sementara poin yang diperoleh The Doctor tidak masuk dalam penghitungan.

Adapun batasan penghitungannya, yakni merk sebuah motor, bukan berdasarkan timnya. Sebagaimana contoh, pada tahun 2015 lalu di Sirkuit Misano, dimana Rossi hanya berada di posisi ke lima, sedangkan Lorenzo mengalami crash. Tim Yamaha tetap mendapatkan poin, lantaran Bradley Smith berhasil finis di urutan kedua.