post

Honda Puncaki Klasemen Akhir konstruktor MotoGP 2016

Sirkuit Valencia, Spanyol menjadi seri penutup dalam pergelaran MotoGP musim 2016. Jorge Lorenzo berhasil keluar sebagai yang tercepat dengan berhasil mengungguli Marc Marquez di urutan kedua dan Andrea Iannone melengkapi podium ketiga. Ajang balap sepeda motor paling bergengsi di dunia ini pun resmi berakhir dan pembalap Honda, Marquez sukses mengunci gelar juara dunia untuk kelima kalinya. Tim Honda pun juga menempati urutan teratas dalam tabel klasemen akhir konstruktor MotoGP 2016.

Tim Repsol Honda

Tim Repsol Honda

Honda berhasil bertengger di puncak klasemen konstruktor dengan raihan 369 poin. Sukses mengungguli rival abadinya, Yamaha yang hanya memperoleh 353 poin saja, atau berjarak 16 poin dari sang pemuncak klasemen dan harus puas berada di urutan kedua. Sementara pabrikan asal Italia, Ducati hanya mampu meraup sebanyak 261 poin saja. Tentu raihan poin tersebut memiliki selisih yang sangat besar dari Honda dan Yamaha.

Sedangkan urutan keempat, ditempati oleh Suzuki yang hanya berjarak 52 poin dari posisi ketiga, atau tepatnya 208 poin. Namun setidaknya, suzuki berhasil membuat kejutan, berkat pembalap andalnnya, Maverick Vinales yang tampil mengesankan di beberapa seri. Posisi paling akhir, diklaim oleh Aprilia dengan perolehan poin sebanyak 101 poin. Berjarak cukup jauh dari urutan pertama maupun urutan terdekatnya.

Klasemen Akhir Tim MotoGP 2016

Sementara itu, jika berdasarkan perhitungan tim MotoGP. Tim Movistar Yamaha sukses keluar sebagai sang pemuncak klasemen akhir Tim MotoGP 2016. Tim dengan duet pembalap andalannya, yakni Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi, berhasil meraup sebanyak 482 poin. Berjarak 28 poin dari tim Repsol Honda yang hanya meraih 454 poin.

Tim Movistar Yamaha

Tim Movistar Yamaha

Sedangkan, tim Ducati yang pada musim depan akan diperkuat oleh X-Fuera (julukan Lorenzo) dan berpasangan dengan Andrea Dovizioso, menempati urutan ketiga dengan perolehan poin yang sangat jauh dari kedua rivalnya, yakni 296 poin. Team Suzuki Ecstar harus puas di urutan keempat dengan hanya berjarak satu poin saja dari pabrikan asal Italia tersebut.

Monster Yamaha Tech 3 melengkapi lima besar dengan mampu menorehkan sebanyak 199 poin. Di urutan keenam, Octo Pramac Yakhnich mengklaim posisi tersebut dengan 161 poin. Aprilia Racing Team Gresini (145 poin), LCR Honda (141 poin), Avintia Racing (139 poin) dan Pull & Bear Aspar Team (97 poin) memenuhi urutan sepuluh besar. Urutan paling buncit, ditempati oleh Estrella Galicia 0,0 Marc VDS yang meraih 87 poin saja.

Membedah Cara Penghitungan Nilai Konstruktor MotoGP

Cara penghitungan untuk nilai konstruktor pada pergelaran MotoGP tidaklah sama dengan bagaimana menilai penghitungan dalam kategori tim. Dimana Honda keluar sebagai sang pemuncak klasemen dalam kategori konstruktor, sedangkan Yamaha memucaki klasemen akhir dalam kategori tim MotoGP di tahun ini.

MotoGP

Para pembalap tengah bersiap-siap untuk memacu kuda besinya

Penghitungan dalam kategori tim diperoleh dari para pembalapnya. Dimana Movistar Yamaha mengandalakan Jorge Lorenzo yang berpasangan dengan pembalap veteran, yakni Valentino Rossi. Sementara Repsol Honda diperkuat oleh duet Marc Marquez yang keluar sebagai juara dunia MotoGP 2016 bersama Dani Pedrosa.

Sementara, cara penghitungan untuk mendapatkan urutan klasemen konstruktor di peroleh berdasarkan pembalap masing-masing setiap pabrikan yang berhasil meraih posisi terbaik di setia serinya, walaupun timnya berbeda-beda. Sebagai contoh, pada seri pamungkas yang berlangsung di Sirkuit Valencia, Spanyol, Lorenzo berhasil finis di urutan pertama, sementara Rossi hanya puas di urutan keempat. Sehingga, poin X-Fuera saja yang dihitung, sementara poin yang diperoleh The Doctor tidak masuk dalam penghitungan.

Adapun batasan penghitungannya, yakni merk sebuah motor, bukan berdasarkan timnya. Sebagaimana contoh, pada tahun 2015 lalu di Sirkuit Misano, dimana Rossi hanya berada di posisi ke lima, sedangkan Lorenzo mengalami crash. Tim Yamaha tetap mendapatkan poin, lantaran Bradley Smith berhasil finis di urutan kedua.

post

Saksikan Aksi Para Rider MotoGP Dalam Genggaman Kalian

Kemajuan teknologi di masa sekarang ini tak dapat di hindari lagi. Segalanya menjadi lebih mudah dan efektif. Termasuk juga bagi kalian yang ingin menyaksikan aksi para pembalap MotoGP. Memang kita dapat melihat balapan motor paling bergengsi tersebut di depan layar televisi. Namun, kini kita dapat melihatnya hanya melalui genggaman tangan kita. Telah hadir sebuah aplikasi streaming MotoGP yang dapat kita unduh di App Store bagi pengguna Iphone maupun Google Play bagi pengguna handphone berbasis Android.

aplikasi streaming motogp

Menonton MotoGP melalui handphone

Dengan aplikasi streaming MotoGP yang sudah kita ungguh di ponsel pintar kita. Kita dapat menyaksikan bagaimana serunya balapan kuda besi dengan kecepatan tinggi melalui genggaman tangan. Kita dapat menonton aksi Valentino Rossi, Marc Marquez, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa dan para pembalap lainnya dengan mudah dan dimana saja.

Tentu yang kita butuhkan adalah sambungan internet yang stabil dan kuat. Dengan bermodalkan internet yang stabil, maka kita tak akan mengalami gangguan dalam melihat para pembalap professional beraksi di dalam lintasan.

Tak hanya dapat menyaksikan bagaimana menariknya balapan kuda besi yang dipertontonkan oleh para rider ternama. Tetapi kita juga dapat mengikuti perkembangan MotoGP. Mulai dari jadwal balapan, berita terkini, hingga sejumlah insiden yang melibatkan para pembalap maupun tim pabrikan itu sendiri.

Ducati Akan Turuti Gaya Jorge Lorenzo

Jorge Lorenzo memutuskan untuk mengakhiri karirnya bersama Yamaha yang telah Ia bela selama sembilan tahun lamanya dan berhasil memenangkan tiga gelar juara dunia dan bergabung bersama tim Ducati Corse untuk musim depan. Pabrikan asal Italia tersebut pun akan mencoba menuruti gaya balap sang pembalap yang identik dengan nomor 99 itu.

Setiap pembalap memiliki gaya balapnya masing-masing. Sehingga, membuat bos Ducati Corse, Gigi Dall Igna angkat bicara. Igna menilai bahwa tim Ducati Corse harus melakukan segalanya demi mempersembahkan mantan juara dunia 2015 ini menjadi yang terbaik kembali di musim MotoGP 2017.

Jorge Lorenzo

Jorge Lorenzo sedang menjajal motor Ducati

Ia menambahkan, bahwa dengan menuruti gaya balap Lorenzo, maka sang rider akan nyaman dalam menunggangi motornya dan memberikan hasil yang maksimal. “Ducati akan mencoba menuruti seperti apa gaya balap Lorenzo. Kami akan memberikan yang terbaik demi memenangkan gelar juara. Lorenzo telah menjajal Desmosedici GP17 dan ini sangatlah penting bagi kami untuk menyesuaikan gaya sang pembalap,” ujar Igna.

Pihak pabrikan Italia tersebut akan sedikit merombak mesin Desmosedici GP17 guna menuruti gaya balap sang joki Spanyol tersebut. Perlu diketahui, bahwa karakteristik motor Ducati memiliki akselerasi yang sangat agresif ketika berada di trek lurus. Hal itu berbanding terbalik dengan gaya Jorge Lorenzo ketika membalap. Lorenzo cenderung hebat dalam akselerasi setelah keluar dari tikungan.

Sejauh ini, Lorenzo yang telah menjajal motor Desmosedici GP17 untuk pertama kalinya tes pramusim di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia. Tercatat, juara dunia MotoGP 2015 tersebut menduduki urutan ketiga di hari pertama. Sedangkan di hari kedua, X-Fuera menempati posisi ke delapan.

Vinales: Prioritas Kami Adalah Juara Dunia

Maverick Vinales

Maverick Vinales tengah mencoba motor baru Movistar Yamaha

Maverick Vinales, pembalap asal Spanyol itu akan mulai petualangannya di MotoGP 2017 bersama tim Movistar Yamaha. Pembalap dengan julukan The Top Gun tersebut akan berduet bersama rider veteran, yakni Valentino Rossi. Vinales pun langsung menjadikan gelar juara dunia sebagai prioritas utamanya.“Kami akan menargetkan gelar juara dunia MotoGP 2017. Bukan justru ingin membuat kegaduhan di paddock Yamaha maupun mengalahkan Valentino Rossi,” ujar Vinales.

post

Rossi Urutan Bawah Dalam Klasemen Crash MotoGP 2016

MotoGP 2016 telah berakhir dan Marc Marquez berhasil menjuarai kejuaraan balap sepeda motor paling bergengsi di dunia tersebut. Selama perhelatannya, tercatat sebanyak 288 crash terjadi di kelas utama pada musim ini. Cal Crutchlow tercatat paling banyak mengalami crash, sedangkan pembalap veteran yang identik dengan nomor 46, berada di urutan paling bawah.

crash motogp

Cal Crutchlow mengalami crash saat balapan berlangsung

Cal Crutchlow berada di urutan pertama dalam daftar kecelakaan di ajang MotoGP. Tercatat, pembalap berusia 31 tahun tersebut mengalami crash sebanyak 26 kali bersama motor Honda. Sementara di urutan kedua, dihuni oleh Jack Miller yang harus terjatuh dari motornya sebanyak 25 crash. Selanjutnya, urutan ketiga dan keempat di isi oleh sang juara dunia MotoGP 2016, Marc Marquez dan Yonny Hernandez dengan catatan 17 kali crash.

Posisi kelima sampai ketujuh dalam tabel klasemen crash MotoGP musim 2016 di huni oleh Alvaro Bautista, Tito Rabat dan Eugene Laverty, yang masing-masing harus mengalami kecelakaan sebanyak 16 crash.

Sementara itu, urutan paling buncit atau yang paling sedikit mengalami kecelakaan di sepanjang pergelaran balap sepeda motor paling ternama pada musim ini, adalah Valentino Rossi. Pembalap dengan julukan The Doctor ini hanya jatuh dari kuda besinya sebanyak empat kali. Namun sayangnya, tiga dari total kecelakaan yang dialami oleh juara dunia sembilan kali di semua kelas ini, membuat dirinya kehilangan poin yang sangat penting dalam perjuangan meraih gelar juara dunia kesepuluhnya.

Sedangkan pada kelas moto2, Sam Lowes berada di urutan paling atas dengan jumlah kecelakaan sebanyak 30 kali crash. Disusul oleh Axel Pons yang mengalami crash dengan jumlah 12 kecelakaan. Berikutnya, terdapat Xavier Simone yang harus merasakan kecelakaan sebanyak 20 kali crash.

Di kelas Moto3, rider yang paling banyak mencatatkan kecelakaan di sepanjang musim 2016 adalah Gabriel Rodrigo. Pembalap KTM tersebut harus mengalami crash sebanyak 27 kali dan di urutan bawahnya adalah Niccolo Antonelli yang jatuh dari tunggangannya sebanyak 21 kali crash.

Berdasarkan data dari sebuah media terpercaya, bahwa pada musim 2016 ini, tingkat kecelakaan para rider mengalami peningkatan. Bahkan, jika ditotalkan dari MotoGP, Moto2 dan Moto3, tercatat sebanyak 1.062 crash terjadi di musim ini dan memecahkan rekor baru, lantaran belum pernah terjadi sebanyak 1.000 crash dalam satu musim.

Crash Berdasarkan Sirkuit MotoGP 2016

Cal Crutchlow mencatatkan kecelakaan terbanyak sepanjang perhelatan MotoGP 2016 dengan catatan sebanyak 26 kali crash. Sementara Valentino Rossi hanya mengalami crash sebanyak empat kali dan berada di urutan terakhir. Jika berdasarkan data jatuhnya para rider menurut tempat atau sirkuit. Sirkuit Phillip Island menjadi lokasi paling banyak terjadi kecelakaan bagi para rider. Tercatat, sebanyak 90 kali insiden kecelakaan yang terjadi di sirkuit Australia tersebut.

sirkuit phillip island

Sirkuit Phillip Island di Australia

Urutan kedua lokasi yang banyak memakan korban adalah Motegi. Sirkuit yang berada di Jepang tersebut, mencatatkan 84 kali crash. Di urutan bawahnya, ditempati oleh Sachsenring yang terjadi 81 insiden kecelakaan para rider. Sementara, sirkuit Mugello dan Red Bull Ring, merupakan lokasi paling sedikit terjadinya kecelakaan.

Rossi: Motor Baru Yamaha Masih Perlu Perbaikan

Valentino Rossi, pembalap andalan Tim Movistar Yamaha mengungkapkan bahwa motor baru milik Yamaha, yakni YZR-M1 masih perlu diperbaiki. Hal ini diungkapkan oleh The Doctor setelah menjalani sesi pramusim tertutup di Sepang, Malaysia. “Saya sudah mencoba motor baru Yamaha, namun menurut saya masih perlu ada perbaikan,” ujar Rossi.

valentino rossi

Valentino Rossi yang tengah menjajal YZR-M1

YZR-M1 merupakan motor hybrid yang menggabungkan antara motor 2016 dengan 2017. Rossi menambahkan jika motor baru tersebut masih kurang baik saat keluar dari tikungan. “YZR-M1 ini masih kurang dalam hal akselerasi. Terlebih disaat keluar dari tikungan,” tutup pembalap yang identik dengan nomor 46 tersebut.

post

Nonton Live MotoGP Bisa Melalui Streaming

Grand Prix Sepeda Motor atau lebih dikenal dengan sebutan MotoGP merupakan sebuah ajang balapan sepeda motor bertaraf Internasional, yang lebih mengacu pada kelas dari tertinggi. Saat ini, balapan motor terbagi menjadi tiga kelas mesin yang memiliki cc berbeda-beda. Pertama, Moto3 dengan mesin berkapasitas 250cc, Moto2 yang memiliki mesin dengan kapasitas 600cc, sedangkan MotoGP yang merupakan kelas mesin tertinggi dalam sebuah balapan memiliki 1000cc. Balapan ini disiarkan hampir disemua negara dan saat ini pun dapat ditonton melalui streaming.

motogp

Terlihat Valentino Rossi berada di pole position, diikuti dengan Vinales dan Dovizioso

Para pembalap yang mengikuti ajang paling bergengsi balapan sepeda motor ini berasal dari sejumlah negara. Maka tak heran, jika banyak negara yang menayangkan acara balapan tersebut. Dengan kemajuan teknologi, acara yang menegangkan itu tak hanya dinikmati melalui gelombang televisi saja, melainkan juga melalui streaming yang diakses melalui dunia maya lewat komputer atau laptop.

Sejumlah link streaming MotoGP pun dapat dengan mudah kita temukan demi dapat menyaksikan pembalap jagoan kita. Salah satu link streaming yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Tanah Air kita adalah Totalsportek. Melalui situs tersebut, kita dapat melihat serunya balapan motor dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Link streaming MotoGP diatas dapat membantu kamu menonton balapan motor paling bergengsi di dunia, apabila kamu sedang berada di luar dan tak menemukan televisi di sekitar kamu. Sehingga, dengan mengakses Totalsportek, kamu tetap dapat merasakan Valentino Rossi beradu kecepatan dengan para rider lainnya seperti Marc Marquez, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa.

Rossi Memiliki Andil Besar Dalam Tingkat Popularitas MotoGP

Pembalap asal Italia yang kini masih terikat dengan Movistar Yamaha Team, Valentino Rossi ternyata memiliki andil besar bagi dunia MotoGP dalam mencapai tingkat kepopularitasnya. Hal itu disampaikan langsung oleh Carmelo Expeleta selaku CEO Dorna Sports. Carmelo mengungkapkan bahwa MotoGP hingga saat ini memiliki banyak fans berkat keberadaan pembalap berjuluk The Doctor tersebut. “Menurut saya, Valentino Rossi menjadi alasan kenapa gelaran MotoGP memiliki banyak fans dari berbagai penjuru dunia,” ujar Carmelo.

valentino rossi

Valentino Rossi saat berada di paddock

Namun, menurut bos Dorna tersebut, para fans tak akan meninggalkan MotoGP walaupun nantinya pembalap bernomor 46 pensiun. “Walaupun nantinya Rossi harus pensiun dari dunia balap. Aku rasa para penonton tak begitu saja meninggalkan MotoGP,” tambah Carmelo.

Tak dapat terbantahkan lagi bahwa kepopularitas Rossi di dunia balap sepeda motor sangatlah tinggi. Banyak para penggemar pecinta dunia otomotif yang menunggu aksinya. Walau kini sudah berusia 37 tahun, Valentino tetap dicintai para penggemarnya lantaran sikapnya yang ramah saat berada di luar lintasan. Saat di dalam lintasan pun menunjukkan skill yang hebat dan bermain bersih tanpa membahayakan para rider lainnya.

Valentino Rossi akan berlaga di pergelaran MotoGP hingga 2018, dimana bertepatan dengan sisa kontrak bersama tim Movistar Yamaha. Selepas itu, entah The Doctor akan tetap memperpanjang kontrak, atau memutuskan untuk pensiun.

Valentino Rossi Sempat Shock Melihat Aksi ‘Mak Rempit’

Juara 9 kali MotoGP, Valentino Rossi sempat kaget bahkan shock ketika melihat sekumpulan pembalap liar dan pengendara sepeda motor yang bertingkat tak seperti biasa atau sering disebut dengan ‘mak rempit‘ saat dirinya berada di Malaysia untuk mengikuti balapan di Sepang.

mak rempit

terlihat gerombolan pembalap liar atau lebih dikenal dengan mak rempit

Berdasarkan data dari Shahrol Yuzy Ahmad Zaini, yakni seorang pembalap motor yang selalu mendampingi The Doctor saat berada di Malaysia mengungkapkan, jika Valentino Rossi kaget melihat motor seakan-akan terlihat tak ada pengendaranya (pembalap liar bertingkat layaknya Superman).

Kemudian Shahrol menuturkan jika Rossi tak berani melakukan hal seperti itu baik di dalam lintasan maupun di jalan raya. Karena dirinya menganggap bahwa hal tersebut bukan cara pengendara yang baik. Di Eropa sana, banyak para pengendara motor yang bersedia untuk menunggu di belakang kendaraan lain.

post

Klasemen Akhir MotoGP 2016

Gelaran MotoGP untuk musim 2016 baru saja berakhir. Balapan terakhir yang dilakoni para rider untuk musim ini terjadi di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, pada hari Minggu tanggal 13 November 2016. Jorge Lorenzo yang terakhir kalinya menunggangi motor dari Tim Movistar Yamaha, keluar sebagai yang tercepat. Pembalap bernomor 99 ini berhasil melewati 30 lap dengan catatan waktu terbaik 45 menit koma 54 detik. Namun kemenangan tersebut tak berarti apa-apa, lantaran Marc Marquez sudah kokoh di puncak klasemen dan mengunci gelar juara dunia MotoGP 2016.

Marc Marquez sudah memastikan gelar juara MotoGP usai dirinya berhasil memenangkan seri ke-15 yang dilangsungkan di Sirkuit Motegi Jepang. Seiring dengan Lorenzo dan Valentino Rossi yang mengalami crash pada seri tersebut. Sehingga membuat raihan poin Marquez tak dapat lagi terkejar oleh kedua pesaing terdekatnya tersebut.

marc marquez

Marc Marquez merasa bahagia setelah meraih gelar juara MotoGP 2016

Berkat raihan 20 poin, pembalap dengan nomor 93 ini menutup musim dengan perolehan poin secara keseluruhan sebanyak 298 angka. Sementara di urutan kedua, diduduki oleh pembalap veteran MotoGP, Valentino Rossi. The Doctor (julukan Rossi) yang finish di urutan ke-4 GP Valencia ini, mendapatkan tambahan 13 poin. Alhasil, hingga akhir musim, Rossi berhasil meraih 249 poin, atau berjarak 49 poin dari sang juara.

Sedangkan juara GP Valencia, X-Fuera (julukan Lorenzo) dengan tambahan 25 poin, hanya menduduki urutan ke-3 dalam tabel klasemen akhir MotoGP musim 2016. Secara keseluruhan, pembalap yang memutuskan untuk hijrah ke Ducati Corse pada musim depan ini, mengumpulkan 233 poin, atau berjarak 16 poin dari posisi runner-up.

Urutan ke-4 dan ke-5, secara beruntun ditempati oleh Maverick Vinales bersama Team Suzuki Ecstar dengan 202 poin dan Adrea Dovizioso bersama Ducati Team dengan berhasil meraup 171 poin. Sementara rekan Marquez di tim Repsol Honda harus puas menduduki urutan ke-6 dengan 155 poin. Cal Crutchlow, Pol Espargaro, Andrea Iannone dan Hector Barbera melengkapi sepuluh besar klasemen MotoGP 2016.

Marc Marquez Rayakan Gelar Juara Dunia MotoGP

MotoGP musim 2016 telah berakhir. Marc Marquez sukses keluar sebagai juara bersama Repsol Honda Team dengan raihan 298 poin dari catatan hanya meraih lima kemenangan saja. Hebatnya, pembalap bernomor 93 ini sudah mengunci gelar juara pada seri ke-15, atau menyisakan tiga seri.

Marc Marquez merayakan gelar Juara MotoGP bersama Repsol Honda Team

Marc Marquez merayakan gelar Juara MotoGP bersama Repsol Honda Team

Marquez sendiri baru bisa merayakan pencapaian tersebut pada beberapa hari yang lalu. Kali ini, pembalap yang sudah berhasil menjadi juara dunia sebanyak tiga kali MotoGP, melakukan perayaan yang berbeda, tak seperti dua gelar sebelumnya. Terlihat, perayaan yang dihadiri oleh orang-orang terdekat, mulai dari kerabat, keluarga, hingga teman-temannya itu dengan melakukan aksi mannequin challenge yang memang tengah populer di media sosial.

Pembalap asal Spanyol tersebut mengunggah aksinya tersebut ke akun Instagram pribadinya @marcmarquez93 dengan caption No es el mejor maniqui, pero se intentó!!! / Not the best #MannequinChallengue but at least we tried!!! #GiveMe5 ?.

Namun pada video yang sudah ditonton lebih dari 239 ribu lebih tersebut, tak terlihat sosok sang juara dunia. Sepertinya, sang pembalap hanya bertugas merekam video dan melihat keceriaan para tamu yang hadir dalam perayaan juara dunia.

Pedrosa: Marc Marquez Favorit Juara Musim 2017

pedrosa

Dani Pedrosa saat ditanya siapa favorit juara musim depan

Dani Pedrosa yang merupakan rekan setim Marc Marquez di Repsol Honda Team menyatakan bahwa rekannya tersebut tetap menjadi favorit juara MotoGP musim mendatang. “Marc sudah jelas akan tetap menjadi favorit juara pada musim depan. Bukan tanpa alasan, dengan kemampuan yang Ia miliki dan seorang juara dunia memang selalu akan menjadi referensi pada musim selanjutnya,” ujar Pedrosa.

post

Lorenzo Test Desmosedici Untuk Pertama Kalinya

MotoGP musim 2017 memang masih lama digelar. Namun, di musim baru mendatang terdapat banyak perubahan. Mulai dari sejumlah peraturan yang akan dibuat, hingga beberapa rider yang pindah tim, seperti Lorenzo yang sejak 2008 bersama Yamaha pindah ke Ducati dan Andrea Iannone yang pada musim lalu menunggangi Ducati, kini menatap musim depan bersama Suzuki. Sejumlah rider pun juga telah menguji tunggangannya masing-masing. Salah satunya Jorge Lorenzo yang untuk pertama kalinya mencoba Desmosedici di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia.

Lorenzo disebut merasa puas akan performa motor Ducati yang akan digunakan pada musim mendatang. Mulanya, pembalap yang telah merasakan lima kali juara itu diperkirakan akan mengalami kesulitan dalam beradaptasi, lantaran motor racikan Italia tersebut terkenal akan kecepatannya yang memang sulit untuk dikendalikan dan memiliki tenaga besar. Namun tetapi, pembalap asal Spanyol itu berhasil menuntaskan sesi pramusim 2017.

lorenzo

Jorge Lorenzo saat menjajal motor Ducati pada sesi pramusim 2017

Pembalap yang sempat berseteru dengan Valentino Rossi pada musim 2016, menduduki urutan ketiga dalam sesi pramusim, dengan catatan waktu terbaik, yakni 1 menit 31,052 detik. Dia hanya kalah cepat dari pembalap baru Movistar Yamaha, Maverick Vinales yang berhasil mencatatkan waktu satu menit 30,93 detik dan berhak berada di urutan terdepan.

Rider asal Spanyol tersebut gagal menjadi pembalap dengan catatan tercepat pada sesi tes pertama. Pasalnya dia menggunakan motor GP16. Sedangkan pada sesi kedua, dimana dirinya mengendarai GP17, Lorenzo hanya mampu menduduki posisi kedelapan.

Sepanjang sesi pertama dan sesi kedua yang baru saja Jorge menjajal motor Desmosedici untuk pertama kalinya, dirinya telah menjalani sebanyak 126 putaran atau lap. Sehingga, Lorenzo harus beradaptasi secepatnya dengan tunggangan terbarunya tersebut. Pasalnya, ia tak dapat mencoba motor GP17 pada ujicoba mendatang di Sirkuit Sepang, Malaysia. Pasalnya, Lorenzo masih terikat dengan Yamaha hingga akhir tahun 2016.

Lorenzo Berharap Casey Stoner Menjadi Pelatihnya

Jorge Lorenzo yang baru saja memutuskan untuk pindah dari Movistar Yamaha ke Ducati Corse berharap Casey Stoner menjadi pelatih pribadinya. Dirinya pun akan segera membicarakan hal tersebut kepada pembalap asal Australia. “Saya mengharapkan Casey Stoner bersedia menjadi pelatih pribadi saya selama di Ducati Corse. Namun, hal itu akan sedikit sulit terwujud, lantaran Stoner hidup tenang di Australia. Sementara supaya sukses, ia harus tinggal di Italia, dimana asal Ducati. Kita lihat saja nanti apakah kesepakatan itu akan dapat terwujud,” terang Lorenzo.

jorge lorenzo

Jorge Lorenzo sedang istirahat di paddock Tim Ducati Corse

Kita ketahui bersama, bahwa Casey Stoner pernah meraih gelar juara bersama Ducati pada musim 2007. Stoner pun masih kerap terlihat dalam urusan Ducati. Pada musim 2016 saja, pembalap yang memutuskan pensiun dini itu menjadi test rider dan bahkan menjadi brand ambassador. Tak hanya itu saja, Stoner juga terlihat mendampingi sejumlah rider Ducati. Hal itulah yang memutuskan Lorenzo memilih Stoner sebagai pelatih sekaligus penasihatnya pada musim 2017 mendatang.

Sang Ayah Merasa Optimis Bahwa Lorenzo Keluar Sebagai Juara Musim 2017 Bersama Ducati

chicho lorenzo

Chicho Lorenzo mendukung selalu keputusan sang anak dalam berkiprah di dunia balap

Pada musim MotoGP 2017 mendatang, Lorenzo akan tampil bersama Ducati Corse setelah sembilan musim bersama Tim Movistar Yamaha dengan berhasil meraih tiga kali gelar juara dunia. Sang ayah pun mengomentari keputusan anaknya tersebut. “Saya percaya akan keputusan yang Lorenzo ambil. Saya selaku ayahnya selalu mendukung dan saya pribadi merasa yakin dia meraih gelar juara bersama Ducati. Lantaran Ducati merupakan salah satu tim terbaik di dunia. Menurut saya hanya satu permasalahannya, yakni persoalan ban,” ungkap Chicho Lorenzo (ayah Jorge Lorenzo).